Sabar… Sabar…
Itu memang hal yang tersulit yang harus aku lakukan, memang kata tersebut pendek … banget.
Dimana sifat itu harus selalu membuat hati damai, tidak sembarangan, lebih ikhlas, lebih murah senyum, lapang dada dll. Padahal orang sering bilang “udah sabar aja…..”, memang aku sadari juga kalau misalkan dengan sabar itu semua masalah akan semakin jelas kemana arahnya bukan semakin rumit untuk melihat ujung dan pangkalnya. Demikian saat mau bersabar banyak sekali godaannya. Dimulai dengan godaan teman kerja sedikit jadi sensi banget, pokoknya kalau misalkan diminta untuk sabar tidak akan berhasil.
Kadang jelas kelihatan ada dua orang yang berdebat dengan sesuatu yang memang hal itu membuat setiap orang tetap pada pendiriannya dan tidak mau kalah atau memikirkan pendapat orang, sering tingkah kekanankan muncul dan kadang ada sikap masa bodoh yang selalu membuat pihak ketiga bingung harus bagaimana, bukan hanya pihak ketiga yang harus sabar tapi yang ada di lingkungan tempat perdebatan itu sabar. Karena dengan ego masing-masing bukan hanya yang tetap berdebat yang kena getahnya, tapi sekitarnya dimana nantinya keputusan itu akan diambil dan diaplikasikan.
Kesabaran katanya tidak ada batasnya, tapi sebenernya batasnya adalah saat ketika seseorang
mengatakan“Kesabaran itu tidak ada batasnya…” dalam keadaaan marah, dia tidak sadar atas apa yang diucapkan. Bagaimana dibilang kesabaran berbatas, karena emang semuanya berpasangan. Ada sabar dan pemarah, ada suka ada duka, ada cinta ada benci. Maka salah kalau misalkan orang tidak punya batas sabar. Sekalipun orang yang tidak pernah kelihatan marah (atau hanya sekedar tahu bahwa seseorang tidak pernah marah karena quantitas ketemu dengannya relatif sebentar, atau ada pengalihan tingkat marah dan meluapka ketidaksabarannya atas sesuatu yang lebih positif, misalkan mengerjakan kerjaan yang emang sudah menjadi hobinya).
Sekian banyak orang yang membuat orang melawan ketidaksabaran, kadang tadinya nggak pengen berucap menjadi orang yang terus mengeluarkan ketidaksabarannya.
Pasti ada cara yang bisa membuat kita lebih bisa mengatur kesabaran dalam diri, meskipun aku tidak memberitahu bagaimana caranya.
Pokoknya untuk menahan ketidaksabaran yaitu dengan kesabaran itu sendiri, dan yakinkan didalam pikiran kita, bahwa pasti bisa membuat sabar diri pada saat menghadapi apapun itu. Sehingga kita bisa lebih bijak dalam menghadapi apapun.
Makanya untuk semua itu, dalam hal apapun. Sabar…sabar.. dan sabar
WILLY Said:
on April 25, 2009 at 7:27 am
IYA YAH